Perkuat Basis Ekonomi Melalui Pemberdayaan Perempuan

“Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman” sebait lirik lagu yang menggambarkan betapa kayanya negari ini, kondisi iklim dan musim yang menguntungkan ini pada dasarnya mampu membuat berbagai macam komoditas pertanian dapat tumbuh subur dinegara ini, namun potensi yang dimiliki belum dapat dikembangkan sepenuhnya, sehingga negara ini menjadi negara agraris yang masih mengantungkan pada negara lain, bahkan dalam hal memenuhi kebutuhan pangan penduduknya. Selain sebagai negara agraris , Indonesia juga merupakan negara maritim yang memiliki panjang garis pantai mencapai 99,093 km dengan luas lautan hampir 70% dari total keseluruhan luas negara Indonesia. Bisa dibayangkan potensi kekayaan laut yang dimiliki negeri ini.

Selama ini hasil produksi perikanan belum optimal karena kebanyakan hanya menghasilkan bahan mentah. Diperlukan industri pengolahan yang berorientasi pada peningkatan nilai tambah produk, proses produksi dan distribusi sehingga dapat meningkatkan perekonomian rumah tangga. Oleh karena itu dalam rangka penguatan basis ekonomi masyarakat gampong dan pesisir maka dapat dilakukan melalui pemberdayaan perempuan, dalam hal ini sasarannya adalah ibu rumah tangga didaerah pesisir, yang umumnya dari keluarga petani dan nelayan.

Perempuan umumnya memegang peran domestik, mulai dari mengurus anak, suami hingga pekerjaan rumah. Namun ketika anak sudah besar, seringkali timbul keinginan untuk membantu suami dalam memenuhi kebutuhan hidup yang terus meningkat. Namun disaat niatan ini timbul usia sudah tidak lagi memenuhi syarat karena perusahaan umumnya menerapkan batasan umur tertentu bagi pelamar, biasanya maksimal 30 atau bahkan terkadang 25 tahun. Belum lagi mengenai standar pendidikan terakhir yang tidak memenuhi kualifikasi pendaftaran. Hal ini semakin menguatkan perlunya pelatihan dan peminjaman modal bagi ibu rumah tangga pedesaan dan pesisir dalam peningkatan nilai tambah produksi hasil pertanian dan perikanan melalui “Rumah Tangga Produktif”.

Beberapa basis ekonomi yang dapat dan sedang dijalankan oleh ibu – ibu rumah tangga diantaranya produksi menjahit dan bordir, produksi rajut, produksi garam, produksi ikan teri kering dan produksi kue. Diharapkan kedepan dapat menampung tenaga – tenaga kerja yang banyak serta terampil dengan meningkatkan kreatifitas produksi, sehingga produk yang dikeluarkan mempunyai nilai tambah yang bagus untuk perkembangan ekonomi ibu – ibu rumah tangga.

Facebook Comments
KIG Blang Lancang